Orang Kampung Selalu Kutuk & Mencemuh Pemuda Ini Kerana Menggali Tanah Terbiar Setiap Hari. Namun Selepas 27 Tahun Hasilnya MENAKJUBKAN . Kata2 Orang Kampung Akhirnya Makan DIRI !!!

Loading...

Disaat di tengah-tengah perjuangan, dimana tujuan kamu yang hampir tidak dapat terlihat ujungnya, baik impian, berapa besar tekad yang rela kamu keluarkan untuk mewujudkannya?

 

Baru-baru ini, seorang pemuda laki-laki tidak tahan lagi melihat desanya terus kekurangan air, sampai tanaman pun mengering dan layu, ia memutuskan untuk menggali sebuah ‘kolam”, namun tekadnya itu diejek oleh semua orang !

Di India, terdapat sebuah pemukiman yang terpencil. Dimana keadaan desa itu mengalami kekurangan air dalam jangka waktu yang sudah lama, membuat hasil panen dan produksi ternak di desa ini sangat sedikit, sehingga penduduk disana hidup serba kesulitan.

Dalam beberapa tahun terakhir, curah hujan di desa ini menjadi sangat kurang dari tahun ke tahun, sehingga Pemerintah disana pun sudah lepas tangan tidak dapat memberikan bantuan atau solusi yang tepat, akhirnya mereka terpaksa melalui hidup yang serba kekurangan ini.

Namun pada suatu hari ada seorang bocah yang memutuskan untuk maju untuk memecahkan masalah ini dimana orang dewasa pun tidak bisa menyelesaikannya!

Sebuah tajuk “Hindustan Times” melaporkan bahawa terdapat sebuah desa terpencil dari zaman dahulu sampai sekarang dimana mereka hanya mengandalkan dua sumber mata air sumur untuk memenuhi keperluan hidup mereka , baik untuk keperluan sehari-hari, mengaliri air kawasan pertanian, dan keperluan peternakan, air yang diperlukan mereka sungguhh tak cukup!

Ada seorang pemuda laki-laki berusia 15 tahun, bernama Lal, ia melihat teman dan kerabatnya hidup dengan serba kesulitan, sedangkan pemerintah juga telah mengabaikan keperluan warga disini, pada saat itu ia memutuskan bertekad untuk “menggali kolam dengan kedua tangannya” dengan harapan dapat memperbaiki kehidupan kerabat dan teman-temannya, malah warga setempat mengejeknya dengan sinis!

Dari hari ketika Lal memutuskan untuk membantu penduduk desa, teman-teman di sekelilingnya merasa malu dan menganggap apa yang dilakukannya adalah sebuah kebodohan.

Bukan hanya tidak berniat membantu dia, bahkan sangat sering mentertawakannya. Tetapi Lal tidak menyerah begitu saja, ia bersikeras mewujudkan impiannya sebuah kolam penampungan air, untuk memperbaiki masalah kekuarangan air di desanya. Gali demi galian tak terasa sudah 27 tahun!

Pada usianya ke-42, ia telah menyelesaikan satu kolam seluas 1 hektar, dengan kedalaman 4,6 meter, setara dengan empat kolam renang standar.

Dimana pada awalnya penduduk disana sering menertawakannya, sekarang mereka berbalik arah malah memuji-muji dirinya serta sangat berterima kasih terhadap apa yang dilakukannya!

Lal beberapa dekade yang lalu disebut sebagai “anak bodoh”, sekarang menjadi pahlawan teragung di desanya. Pukas orang-orang desa mengatakan, “Sekarang seluruh penduduk desa menggunakan air kolam yang ia[Lal] gali ini, kami sangat berterima kasih kepadanya.”

Cerita Lal pun menyebar hingga ke telinga pemerintah, semenjak itu pejabat-pejabat dari pemerintah mengunjungi Lal, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja kerasnya membantu desa tersebut, dan Lal dihadiahi oleh pemerintah uang sebesar 10.000 rupee (sekitar Rp 2 juta).

Namun Lal dengan sederhana mengatakan ” Ia cukup berharap penduduk desa dapat hidup, beternak, dan memiliki cukup air untuk digunakan sehari-hari”, sikapnya pun tidak berubah, tetap dengan orang-orang disekitarnya bersikap rendah hati. Sungguh mulia orang seperti ini !

Kisah ini mirip dengan versi modernnya cerita dongeng dari China, YuGong Memindahkan Gunung !

Dari kisah ini kita dapat belajar, selama kita berkemauan untuk bekerja keras, suatu hari nanti kamu dapat membuat semua orang melihat hasil dari kerja kerasmu ! Tapi ingatlah untuk tetap bersikap rendah hati seperti Lal.

Sumber : selendangmaya via Erabarus

ARTIKEL TERKINI: Allah Bayar Cash !!! Budak 13 Tahun Diikat,Dipukul Sampai Mati. Inilah Yg Terjadi Kepada Penyeksa Ketika Lari Ke Kota Makkah !!!

Polis Bangladesh sudah menahan lima orang dengan seorang daripadanya sudah mengaku terbabit dalam kejadian sekumpulan lelaki membelasah seorang budak berusia 13 tahun hingga menyebabkan kematiannya serta merakam perbuatan kejam mereka di Sylhet, utara negara itu.

Lelaki yang mengaku itu melarikan diri ke Arab Saudi dan ditahan di sana.

Ketua Polis Sylhet, Akhter Hossain, berkata pihaknya sudah menahan tiga orang, termasuk isteri seorang suspek serta dua lelaki yang berada di tempat kejadian dan sedang memburu dua lagi yang terbabit secara langsung membelasah budak malang itu.

“Ia amat kejam dan pembunuhan tragis. Kami tidak akan membiarkan sesiapa yang terbabit bebas,” katanya.

Antara yang ditahan ialah ketua kumpulan, Muhit Alam yang direman lima hari mulai semalam. Dia ditahan ketika mahu membuang mayat mangsa di satu kawasan terpencil.

Menurut Kementerian Luar Bangladesh, rakannya, Kamrul Islam, ditahan di Arabi Saudi selepas lelaki itu melarikan diri ke Jeddah tetapi dia berjaya dikesan selepas masyarakat Bangladesh di sana mengenalinya.

Dalam VIDEO sepanjang 28 minit itu, budak malang berusia 13 tahun itu merayu meminta air ketika dia terbaring tidak bermaya. Video berkenaan yang menjadi viral di internet, mencetuskan bantahan besar-besaran.

Menurut polis, bedah siasat mendapati ada 64 kesan luka termasuk di kepala mangsa yang diberi nama Samiul Alam Rajon serta seluruh tubuhnya dan dia mati akibat pendarahan dalaman.

Dalam rakaman VIDEO yang disiarkan televisyen, Kamrul ketika di bawa masuk ke dalam kereta polis berkata dia ‘melakukan kesilapan, tolong maafkan saya’ sebelum menangis.

Orang ramai berkumpul di Sylhet sejak semalam, mengadakan bantahan dan tunjuk perasaan. Perhimpunan yang sama juga diadakan di bandar utama Bangladesh lain, termasuk ibu negara Dhaka.

Rajon berkerja menjual sayur selepas berhenti sekolah bagi membantu keluarganya yang miskin dan menurut polis, kumpulan itu mengikatnya pada tiang selepas menuduhnya mencuri – dakwaan yang dinafikan keluarga budak itu.

Dalam VIDEO itu, budak berkenaan yang ketakutan menjerit kesakitan dan berkata berulang kali:’ Tolong jangan pukul macam ini, saya mati nanti.”

Penyerangnya pula kedengaran cuba memaksanya mengaku terbabit dalam kecurian.
Pada satu ketika dia disuruh pergi tetapi ketika dia cuba bangun, seorang penyerang berkata:

“Tulangnya masih elok, pukul dia lagi.”

Mereka juga kedengaran berbincang untuk menyiarkan VIDEO itu di Facebook supaya ‘semua orang boleh menyaksikan apa yang berlaku kepada pencuri cilik ini.. Namun hasilnya.. ALLAH BAYAR CASH kepada mereka!

Sumber : selendangmaya via EraBarus

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *